Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Bengkel Gelap: Topeng Legalitas di Balik Penampungan Emas Ilegal Inisial AS

Bengkayang — Isu mengenai aktivitas penampungan emas ilegal kembali memanas di Bengkayang. Percakapan WhatsApp yang beredar luas menyebut seorang penampung emas berinisial As semakin leluasa dan percaya diri menjalankan operasinya, meski berbagai dugaan pelanggaran terus mencuat ke publik. Di tengah perbincangan itu, perhatian warga tertuju pada sebuah bengkel motor yang viral di media sosial setelah muncul dugaan bahwa tempat tersebut bukan sekadar bengkel biasa. Lokasi itu disebut-sebut menjadi ruang penyamaran bagi aktivitas penampungan emas hasil dompeng, yang diduga telah berlangsung cukup lama. Viral pemberitaan media sosial miris!!  Kedok Bengkel Terbongkar! Markas Penampung Emas Ilegal di Bengkayang Diduga Dikawal Oknum media, kutip Gaperta Bengkel tersebut diduga menjadi "markas" transaksi emas liar yang telah berlangsung lama. Bengkel Diduga Kedok — Aktivitas Dianggap Tidak Wajar Laporan warga menggambarkan adanya aktivitas keluar-masuk individu tertentu yang tidak ...

Lahan Emas di Persimpangan Jalan Perdana Pontianak, Cuan bagi Investor Properti

Lahan Strategis di Koridor Jalan Perdana–Ahmad Yani Pontianak Kian Dilirik Investo r Pontianak| Sebidang lahan seluas dua hektare di kawasan Jalan Perdana, tepat di area persimpangan yang terhubung langsung dengan Jalan Protokol Ahmad Yani, tengah menjadi incaran para pelaku usaha dan investor properti. Kawasan yang sejak lama dikenal sebagai pusat aktivitas komersial tersebut kini menunjukkan peningkatan nilai ekonomi seiring pesatnya perkembangan bisnis di sekitarnya. Lokasi lahan yang ditawarkan berada tidak jauh dari pusat pertokoan dan area perbelanjaan besar seperti Ayani Megamall dan Ramai Mall. Selain itu, keberadaan sejumlah hotel berbintang dan fasilitas publik lainnya membuat kawasan ini dipadati arus masyarakat, baik wisatawan maupun pebisnis. Pemilik lahan menyebutkan bahwa posisi strategis dan infrastruktur yang sudah tertata menjadi daya tarik utama. “Aksesnya sangat bagus, dekat pusat pertokoan, mall, dan hotel. Sangat potensial untuk usaha ataupun investasi,” ujarnya. ...

Diduga Warung di Kota Baru Jual Miras Kadar Tinggi Tanpa Izin

Pontianak, Kalimantan Barat|Investigasi awak media mengungkap dugaan penjualan minuman beralkohol (miras) berkadar tinggi hingga 40%—diduga iceland vodka secara bebas di sepanjang Jalan Ampera, kawasan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat. Penjualan tersebut diduga berlangsung tanpa izin resmi dan mudah diakses siapa saja.  Hasil penelusuran menunjukkan miras itu tersedia di beberapa warung di area pemukiman dan akses publik. Fakta ini menunjukkan indikasi pelanggaran serius terhadap aturan penjualan minuman beralkohol di Kota Pontianak. Seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya menuturkan, “Para pembeli, termasuk anak muda, sering mendapatkan minuman keras dengan mudah. Kami tidak bisa menyebutkan warungnya demi keamanan.” Tim investigasi mencoba membeli minuman beralkohol 40% di salah satu warung. Pemilik toko menjelaskan, miras tidak dipajang di depan karena takut ada razia. “Kalau ada yang pesan baru diambilkan,” ujarnya. Jika benar terjadi penjual...

Dibantai Secara Terencana, Andrea Korban Penolakan RS: Kemanusiaan Dipertanyakan

Kapuasnews.comPontianak| Kasus penganiayaan berat yang menimpa Andrea, putra dari Pimpinan Nuusantara News Iskandar pada Malam Minggu, 2 November 2025, di Parit Tengah, terus menjadi perhatian publik. Korban diketahui mengalami luka parah di bagian wajah setelah diserang secara terencana oleh pelaku berinisial Bagok, menggunakan serampang. Berdasarkan informasi, aksi tersebut sudah direncanakan sebelumnya, dengan pelaku sempat meminjam motor milik korban sebelum kejadian. Namun, kekecewaan keluarga korban bertambah setelah Rumah Sakit Kota Sultan Syarif Mohamad Alkadrie diduga menolak memberikan pertolongan pertama saat Andrea dibawa untuk mendapatkan perawatan. Akibat penolakan tersebut, korban akhirnya harus dilarikan ke RS Antonius Pontianak, di mana tim medis baru memberikan tindakan penyelamatan. Iskandar yang juga ketua Peradi Perjuangan Kalbar sekaligus ayah korban, menyatakan kekesalannya terhadap sikap pihak rumah sakit yang dinilai mengabaikan tanggung jawab kemanusiaan. >...

Hendry Bantah Keras Isu Setoran Rp3 Juta di PETI Suhaid: “Itu Hoaks!”

  Kapuas news. com Suhaid| Warga Suhaid, Hendry, membantah keras isu yang menyebut adanya setoran sebesar Rp3 juta dalam aktivitas tambang emas ilegal atau *Pertambangan Tanpa Izin* (PETI) di wilayahnya. Menurutnya, kabar tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki bukti yang jelas. Dalam keterangannya kepada awak media, Hendry menegaskan bahwa isu tersebut hanya rumor yang berkembang tanpa fakta pendukung di lapangan. “Saya tegaskan, tidak benar ada setoran tiga juta seperti yang dikabarkan. Kami warga di sini juga tidak pernah mendengar adanya pungutan semacam itu,” ujar Hendry. Berdasarkan hasil penelusuran awak media di lapangan, tidak ditemukan bukti, laporan resmi, maupun pernyataan warga lain yang mengonfirmasi adanya setoran seperti yang diklaim sebelumnya. Beberapa warga bahkan menyatakan heran dengan kabar tersebut karena tidak sesuai dengan kondisi nyata di lokasi. Selain itu, informasi yang menyebut adanya 150 Lanting Jek yang disebut siap “mengguncang Suhaid” juga dipas...

Warga Benua Kayong Keluhkan Antrean Panjang dan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

Ketapang, Kalimantan Barat — Masyarakat di Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, dibuat geram dengan dugaan praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU di wilayah tersebut. Menduga SPBU itu dituding kerap melayani pengisian BBM subsidi kepada kendaraan “siluman” atau mobil lansir sejak Minggu, 31 Oktober 2025. Keluhan serupa tidak hanya terjadi di Ketapang, namun juga di berbagai daerah di Indonesia. Warga mengaku kesal karena antrean panjang di SPBU menjadi semakin parah, bahkan beberapa kali berujung pada pertengkaran atau protes warga. Antrean Panjang Ganggu Aktivitas Warga Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terhadap antrean panjang di SPBU tersebut. “Kami sudah lama antre, padahal cuma mau isi untuk keperluan kerja. Tolonglah dipermudah, jangan sampai mobil-mobil siluman itu terus dilayani,” ujarnya. Selain membuang waktu, antrean kendaraan yang mengular di sekitar SPBU juga mengganggu aktivitas masyarakat. Beberapa ...

Antrean Panjang dan Mobil Siluman di SPBU Benua Kayong: Ada Apa?”

Ketapang, Kalimantan Barat — Masyarakat di Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, dibuat geram dengan dugaan praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU di wilayah tersebut. Menduga SPBU itu dituding kerap melayani pengisian BBM subsidi kepada kendaraan “siluman” atau mobil lansir sejak Minggu, 31 Oktober 2025. Keluhan serupa tidak hanya terjadi di Ketapang, namun juga di berbagai daerah di Indonesia. Warga mengaku kesal karena antrean panjang di SPBU menjadi semakin parah, bahkan beberapa kali berujung pada pertengkaran atau protes warga. Antrean Panjang Ganggu Aktivitas Warga Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terhadap antrean panjang di SPBU tersebut. “Kami sudah lama antre, padahal cuma mau isi untuk keperluan kerja. Tolonglah dipermudah, jangan sampai mobil-mobil siluman itu terus dilayani,” ujarnya. Selain membuang waktu, antrean kendaraan yang mengular di sekitar SPBU juga mengganggu aktivitas masyarakat. Beberapa ...