Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Gagak Hitam Kabupaten Lingga Kecam Pajak 10 Persen" Rakyat Tercekik, Pemerintah Diam Saja"

Lingga – Organisasi Gagak Hitam Kabupaten Lingga dengan tegas mengecam kebijakan pajak 10 persen yang diterapkan di wilayah tersebut. Ketua Gagak Hitam Kabupaten Lingga, Ribut Satiawan, menyebut aturan itu sangat memberatkan masyarakat, terlebih saat kondisi lapangan kerja kian sulit. “Lapangan kerja saja tak ada, masyarakat makin susah. Tapi tiba-tiba dipukul dengan pajak 10 persen di jalan. Ini jelas kebijakan yang tidak masuk akal, rakyat dipaksa bayar sementara pemerintah tidak peduli,” tegas Ribut dengan nada keras. Ia juga menyoroti kinerja Kepala BPDA Lingga yang disebutnya seolah-olah lepas tangan dan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban. “Kepala BPDA Lingga tak pernah bisa ditemui, seakan menghilang. Apakah dia memang tidak mau bertanggung jawab? Padahal persoalan ini menyangkut perut rakyat,” tambahnya. Menurut Ribut, pajak 10 persen itu hanya akan semakin menjerat warga kecil, sementara solusi nyata untuk membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi lokal tak pernah...

Seorang Ibu Diduga Jadi Korban Penipuan Oknum yang Janjikan Pemasangan Meteran Listrik

Pontianak, 25 Agustus 2025 — Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Jalan Ampera diduga menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengaku sebagai perwakilan dari PLN. Oknum tersebut menjanjikan pemasangan meteran listrik dengan daya 900 watt sejak 8 Februari 2025. Namun hingga kini, lebih dari enam bulan berlalu, pemasangan tersebut belum juga direalisasikan. Putra korban, yang berinisial I, menyampaikan bahwa ibunya telah menyerahkan uang sebesar Rp2.200.000 kepada oknum tersebut sebagai biaya pemasangan. Namun tidak ada kejelasan mengenai proses selanjutnya. "Sampai tanggal 25 Agustus 2025 ini, belum ada kepastian. Kami merasa sudah ditipu," ujar I saat diwawancarai. Pihak keluarga berharap ada tindak lanjut dari pihak berwenang dan PLN agar pelaku dapat diproses hukum. Mereka juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku petugas tanpa identitas resmi atau prosedur yang sesuai. Hingga berita ini diturunkan, belum...

Warga Mempawah Tewas Meninggal Dunia Usai Tertimpa Pohon Palem dilokasi Proyek Jembatan

Kapuas news Mempawah Kalbar viral" media sosial Insiden seorang warga meninggal dunia di Jalan Daeng Manambon Kelurahan Tengah Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Nurdin Lubis (66), meninggal dunia kalimantan Barat.  lnformasi dari warga kejadian usai tertimpa pohon palem yang tumbang di sebabkan alat ekskavator sedang bekerja, di sekitar lokasi proyek pembangunan jembatan baru, jalur Jalan Nasional Mempawah, pada Sabtu (23 Agustus 2025). Pristiwa tewas warga tersebut terjadi saat korban sedang membersihkan batu proyek yang berserakan di depan rumahnya. Namun pada saat itu, sebuah pohon palem tersenggol sebuah alat berat ekskavator hingga roboh dan menimpa tubuh korban. Meski sempat dilarikan ke RSUD dr Rubini, namun nyawa korban tak dapat diselamatkan. Ia mengalami luka serius di bagian kepala dan kaki. Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Mhd Ginting, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, sebelum peristiwa naas itu, korban baru saja pulang dari melayat dan menyempa...

Polres Lingga Dan SPSI Salur Kan Bantuan Nasi Kotak, Sembako Dan Sediakan Posko Pengungsian Untk Korban Banjir

  Lingga – Polres Lingga bersama sejumlah pihak bergerak cepat membantu warga terdampak banjir di Kampung Baru, Jalan Jangkang Hijau, RT 1 RW 3, Desa Batu Berdaun, Kabupaten Lingga. Bantuan yang diberikan meliputi penyaluran makanan siap santap, paket sembako, hingga penyediaan tempat pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau tergenang air. Kapolres Lingga melalui IPTU Kasat Reskrim Lingga, Maidir Riwanto, menjelaskan bahwa langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga serta meringankan beban masyarakat yang terdampak. “Kami berupaya memberikan perlindungan, kebutuhan dasar, dan tempat yang aman bagi warga agar tetap merasa nyaman meski dalam kondisi bencana,” ujarnya. Dari data yang dihimpun, terdapat empat rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir, sementara empat rumah lainnya terendam air setinggi lutut orang dewasa. Untuk membantu kebutuhan mendesak, sebanyak 16 bungkus nasi kotak telah dibagikan ke rumah-rumah terdampak, disert...

Dari Pontianak ke Senayan, Sultan Syarif Melvin Alkadrie Hadirkan Spirit Pencak Silat di Wekasan Cup II 2025

Pontianak|Suasana gegap gempita menyelimuti Gedung Olahraga Terpadu A. Yani, Pontianak. Ribuan pesilat dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam Kejuaraan Pencak Silat Wekasan Competition II 2025 yang resmi dibuka Jumat (22/8). Ajang bergengsi ini mempersembahkan Piala Sultan Pontianak IX, sekaligus menjadi momentum kebangkitan prestasi dan pelestarian budaya pencak silat sebagai identitas bangsa. Ribuan Pesilat, Event Terbesar 2025 Turnamen hasil kerja sama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalbar bersama panitia Wekasan Cup ini diikuti ribuan peserta, mayoritas dari Kalimantan Barat. Jumlah yang membeludak menjadikannya salah satu event pencak silat terbesar di Indonesia tahun 2025. Selain sebagai wadah kompetisi, ajang ini menjadi ruang silaturahmi para pendekar lintas daerah yang sama-sama berkomitmen menjaga marwah silat. Sultan Melvin: Dari Kesultanan ke Senayan Pembukaan kejuaraan berlangsung khidmat dengan hadirnya Sultan Pontianak IX, Syarif Melvin Alkadrie, yang kini...

Sorotan Publik: Paska Tewas 3 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Doyok, Belum di Pasang Garis Polisi Wilayah Hukum Polres Ketapang

Ketapang, Kalimantan Barat —Pristiwa  Selasa kelabu, 5 Agustus 2025. Di hamparan tanah merah Doyok  tiga nyawa melayang sia-sia. Tanah gembur yang digajiaa asal s ekskavator mendadak runtuh, menelan hidup-hidup seorang operator excavator, operator mesin domping, dan seorang karyawan tambang. Tidak ada sirine ambulans yang bisa mengembalikan nyawa mereka. Hanya teriakan panik sesama pekerja yang jadi saksi bisu tragedi. Lokasi ini bukan tempat asing bagi warga sekitar. Bertahun-tahun, lubang-lubang tambang ilegal di Doyok beroperasi tanpa henti, siang-malam, bak mesin pencetak uang bagi segelintir orang. Sumber lapangan menyebut, titik tambang ini berada di bawah kendali seorang pengusaha lokal berinisial Akong—nama yang tak asing dalam pusaran bisnis PETI di Ketapang. Bukan Kecelakaan, tapi Buah Pembiaran Bagi warga, ini bukan sekadar “musibah kerja”. Ini adalah buah pahit dari pembiaran yang dilakukan aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun...